(TAK) PANTAS BUKAN BERARTI (TAK) BERHAK


#HariGuru #SayaBanggaMenjadiGuru #alhamdulillah

Menurut saya, pendidikan adalah eskalator kemajuan bangsa, demikian pula dengan kemajuan setiap individu. Saya selalu berfikir bahwa kemajuan dan pencapaian yang kita raih hari ini adalah buah dari pendidikan yang telah kita enyam sejak kecil. Ketika saya menengok ke belakang, ada banyak sekali peran orang-orang hebat yang mengantar saya sampai pada titik ini. Salah satunya yang memiliki peran besar adalah GURU saya. Karena dari GURU lah saya bisa membaca, menulis dan memahami banyak hal.

saya pribadi, menjadi guru bukan hanya tentang profesi apalagi sertifikasi. SALAH BESAR!!!! Guru juga bukan hanya mengajar membaca dan menulis saja, bukan hanya mentrasferkan ilmu kepada anak didiknya. Namun seorang guru adalah role model yang akan diditiru oleh anak didik.
 Menjadi guru adalah panggilan jiwa, keikhlasan dan ketulusan adalah taruhannya. Kalau yang dicari hanya harta, hanya tahta, saya ingatkan kepada semuanya bahwa jangan sekali-kali mencoba menjadi guru. Namun kalau ingin kaya hatinya, mulailah melakoni peran sebagai guru, hehehee.. 

Banyak pengalaman yang saya dapatkan sejak menjadi guru. Sekolah memang guru terbaik bagi manusia, terlepas dari kurikulum yang dibuat dan dipatenkan oleh pemerintah. Saya baru memahami, ternyata jurus yang paling ampuh memenangkan hati anak-anak bukan hanya metode mengajar, atau seberapa banyak ilmu yang dimiliki oleh guru. 

Bagi saya hubungan guru dengan murid bukan hanya sekedar hubungan antara pemberi dan penerima saja. Tapi harus dapat menjadi teman yang baik, dimana terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. Anak-anak juga manusia, sama seperti gurunya. Tidak ada salahnya mengalahkan gengsi dan  ego demi melihat senyum tulus di wajah mereka.

Bicara pantas dan tidak pantas, Saya memang belum pantas menjadi guru bagi mereka. Terlalu banyak kekurangan, pendidikan, dan pengalaman saya. Namun, kekurangan bukanlah alasan untuk menjadi pesimis. Boleh jadi saya memang belum pantas menjadi guru, tapi saya juga berhak menjadi bagian dari perjalanan mimpi mereka. Saya hanya memiliki harapan yang sederhana. Saya tak pernah berharap menjadi orang yang spesial di mata mereka. Saat ini, berbagi waktu bersama mereka merupakan suatu kebahagian tersendiri. Memang bahagia tak selalu sederhana seperti yang orang orang pikirkan. Tapi bagi saya, kebahagian adalah bagaimana penerimaan dan penghargaan terhadap kesederhanaan itu sendiri.

Ketika saya siap dan memutuskan untuk menjadi guru, maka siap menjadi guru, berarti siap menguatkan tangan anak-anak, agar mereka bisa menggenggam mimpinya. Mau menjadi guru, berarti mau menjadi bahan bakar yang siap mengisi tangki motor yang dikendarai anak-anak untuk mencapai mimpinya. Kapan saja, dalam keadaan hati apa pun.
Setelah melalui beberapa rangkaian proses belajar dari sekolah kehidupan dan dari melihat dunia pendidikan secara langsung. Setelah melakoni peran saya sebagai pengajar, saya memahami bahwa Mengajar adalah tentang memberikan pelayanan dan menanamkan moral. 

Saya yakin, SIAPAPUN BISA MEMBAYAR SESEORANG UNTUK MENGAJAR, TAPI MEREKA TIDAK AKAN BISA MEMBAYAR SESEORANG UNTUK PEDULI. 
SELAMAT HARI GURU para pejuang pendidikan...


Komentar

Postingan Populer