Talk about marriage

Menikah dan punya anak tentu akan jadi hal yang menyenangkan. Tapi kenapa itu harus menjadi tujuan akhir dari hidup? Seakan-akan jika kamu tidak menikah atau tidak punya anak, maka hidup kamu tidak berguna.

Saya pernah bilang ke teman kalo saya tidak mau menikah, bercanda sih sebenernya. Saya belum mau aja, bukan tidak mau. siapa sih mau mengakhiri sisa hidupnya dengan sendiri, gak punya pasangan hidup? saya pun NORMAL, pengen nikah, pengen membangun keluarga, pengen punya anak, dan pengen menua bersama orang yang juga mau menua bersama saya.
Sayangnya teman saya langsung pasang muka kaget dan bilang, “kamu harus nikah Nii, kamu kan harus punya anak”. Saya sih ketawa aja denger itu, padahal dalam hati saya bertanya, “siapa yang mengharuskan?”.
Pembicaraan ternyata belum selesai, teman saya berkata lagi, “kalo umur 30 belum nikah, nanti disebut perawan tua loh!”. Kali ini saya menanggapi dengan senyum saja.

Halah, orang kita memang suka sekali ngatain orang dengan sebuutan perawan tua hanya karena dia belum nikah padahal udah matang, seakan-akan mereka manusia kelas dua, barang reject yang tidak laku.

jujur saja, saya sudah semakin kebal dengan ledekan orang-orang sekitar saya, atau saya sekarang kebal saya sudah memasuki level bebal?

Hahaha. Apapun itu, yang penting menikahlah ketika kamu sudah siap. Bukan karena tekanan sosial atau tren menikah muda.

Karena buat saya, sebaik-baiknya ibadah adalah ibadah yang tidak dilakukan karena dipanasin orang lain.

Komentar

Postingan Populer