Homogenitas dalam Heterogenitas

Saya nulis ini karena sejak tadi pagi obrolan di kantor tentang menyikapi orang lain, bagaimana kita bersikap baik dan memperlakukan orang lain dengan baik pula.. Saya  tidak begitu paham tentang bagaimana cara terbaik untuk bisa memperlakukan orang lain. Apa iya, tiap orang suka dengan saya? Suka dengerin saya cerita atau ketika saya sedang menyampaikan materi di kelas? Apa iya mereka nggak keberatan kalo saya ajak ngobrol, kalo saya ajak bercanda? Apa iya mereka nyaman ketika mereka cerita sama saya?
Hmm.. basically, saya nggak tahu.. Yang saya tahu adalah saat ini saya bekerja pada dua sekolah, tiap sekolah punya kurang lebih 50-an guru dan karyawan yang setiap hari saya harus berinteraksi dengan mereka, belum lagi anak-anak yang luar biasa banyaknya (itu baru dunia kerja saya, belum lagi teman-teman, keluarga dan semacamnya).

Dulu, saya memperlakukan orang lain,sebagaimana saya ingin diperlakukan,, yang ternyata itu tidak sepenuhnya benar..
Misalnya nih ya, Saya adalah orang yang suka ngasih tau keberadaan saya, maksudnya ketika saya sedang berada dimana, eh.. giliran saya ngasih tau saya lagi dimana dan ngapain, komentar orang yang saya ajak komunikasi waktu itu adalah “ saya ngeribetin, saya bawel, saya ngerecokin”..hahahahha! sialan banget;))


Time flies, akhirnya saya berusaha menyesuaikan..A suka apa, B suka apa, A nggak suka apa, C dan D nggak suka apa dan seterusnya. 
Tapi, kalau begini terus, menurut saya, saya yang jadi repot..hahha! bayangin aja,  orang kan jumlahnya ada jutaan, masa iya saya harus melakukan variasi  jutaan cara!Hahhha #muterotak

Setelah saya melalui serangkaian kehidupan.. seperti hidup di jaman purba, jaman batu.. jaman majenun,, sampai jaman sekarang ini.. hahahha..*becanda*,,
Saya kemudian mencoba membuat kesimpulan  bahwa “jutaan orang = jutaan variasi cara”, remember.. “tiap orang itu spesifik dan unik.”
“Titik” tanpa koma !!!

Prinsip itu, saya pegang sampai sekarang…  walaupun, saat ini  ada pemahaman baru dalam otak saya bahwa:

“Tiap manusia itu adalah magnet bagi manusia yang lain. Punya kutub utara dan kutub selatan. Kalau ketemu orang yang cocok, seperti layaknya magnet, akan tarik menarik. Tetapi, kalau nggak cocok yaa akan tolak menolak.”

Sekarang.. siapa sih orang yang cocok sama kita? Lihatlah teman-teman dekat kita, orang-orang terdekat kita, the special one kita..
Magnet kita telah menarik mereka untuk dekat sama kita.
Saya berani  jamin, walaupun orangnya beda-beda, but most of them PASTI punya sifat – sifat yang hampir sama.
Mungkin kita cocok sama orang yang agak pesimis, atau orang yang optimis banget, mungkin juga kita cocok sama orang yang lembut, orang yang ngeyel, orang yang ngomongnya nggak pake mikir atau orang yang dewasa, orang yang lurus lempeng nggak pake belok-belok, dan seterusnya.

Intinya selalu ada Homogenitasdalam heterogenitas ;)

Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa orang yang berjodoh itu punya kemiripan di wajah, selalin karena mereka merasa bahagia karena saling memiliki, mereka juga memiliki “samething” yang sama. Makanya kita ngeliatnya mirip.

See, tiap orang punya“selera”nya masing – masing.

Selera atau taste coming from your heart, not your  logical thinking. Ada sesuatu yang nggak bisa dijelaskan kenapa kita adoring somebody, and why do we hate somebody else.
Kalo udah ketemu orang yang sesuai dengan “selera” kita,, bestthing-nya bukan menanyakan kenapa kita cocok? But.. feel your felling… Rasakan perasaanmu! It will goes deeper, beyond your imagination.. and react positively. Mungkin ini adalah sebuah kepercayaan yang aneh,tetapi.. saya sudah menganut kepercyaan ini,.

Ketika kita ketemu sama orang yang ‘cocok’, he or she will trigger us to a better thing. Bukan karena dia meminta kita untuk melakukan hal- hal positif, tetapi dengan adanya orang ini, kita memacu diri kita untuk lebih baik. Kesadaran tentang perubahan baik ini datang dari dalam kita sendiri.
Orang lain itu trigger, bukan commander!
Buat saya ini beda. Kalo jadi trigger itu, kita udah punya gambaran diri kita dulu.. Adanya orang lain, akan mempercepat usaha kita.. karena kita akan lebih semangat, out of thebox, try harder dan sebagainya.
ketika orang ini meninggalkan kita, kita TIDAK AKAN HANCUR.. tetapi,kecepatan kita akan menurun.

Lain lagi ketika kita menempatkan orang lain sebagai commander, berarti orang ini yang membuat kita berubah. Dia yang nge-lead, untuk mencapai mimpi kamu.. Kamu harus begini, begitu, ikut ini itu. Sesekali sih nggak masalah, tapi kalau keterusan.. yaaa mending nyemplung sumur aja… hahahaaa

Remember, the life is yours! Hidup ini punya kita, bukan orang lain ;)

Komentar

Postingan Populer